Home Finance 3 Tips Hemat Meski UMR Jakarta Pas-pasan

3 Tips Hemat Meski UMR Jakarta Pas-pasan

by Erin Nuzulia
umr jakarta

umr jakarta

Upah Minimum Regional Jakarta atau yang lebih dikenal oleh kalangan umum sebagai UMR
Jakarta sering kali dijadikan sebuah patokan oleh para pemegang modal perusahaan untuk
memberi upah kepada karyawannya. Perhitungan Upah Minimum Regional itu ditetapkan
oleh pemerintah daerah atau Pemda. Sesuai namanya, Upah Minimum Regional menjadi
nominal biaya paling kecil yang berlaku di wilayah atau kawasan yang ditentukan oleh
pemerintah daerah tersebut.

Saat ini, untuk tahun 2020 nominal Upah Minimum Regional Jakarta sendiri telah ditetapkan
oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar Rp 4,2 juta. Angka tersebut lebih besar
dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 3,94 juta. Meski begitu, masih banyak para
pekerja di wilayah Jakarta sendiri yang memiliki upah di bawah nominal minimum regional
tersebut.

3 Tips Hemat Meski UMR Jakarta Pas-pasan

Untuk itu, kami memberi tips-tips agar para pembaca sekalian dapat menggunakan
anggaran gaji yang dimiliki dengan baik. Bagaimana caranya? Yuk simak tips-tips yang akan
diuraikan berikut ini.

1. Menabung dengan Rajin

Ada sebuah pepatah yang sejak dulu kala digunakan. Pepatah itu berbunyi “Menabung
pangkal kaya”. Dengan menabung, teman-teman pembaca sekalian bisa menyisihkan sedikit
uang gaji UMR Jakarta tersebut dengan mudah. Setelah sebagian penghasilan disisihkan,
kita dapat menyesuaikan anggaran pengeluaran dan pendapatan yang akan dikeluarkan
maupun didapat. Dengan demikian, teman-teman bisa menggunakan uang yang sebagian
telah disisihkan itu dengan leluasa. Akan tetapi, jangan sampai salah tempat ya
menabungnya!

umr jakarta
2. Menyusun Anggaran Dana yang Akan Dikeluarkan

Penghasilan karyawan telah ditetapkan sejak pertama kali diterima bekerja di suatu
perusahaan. Untuk menjaga stabilitas penghasilan yang didapatkan, teman-teman pembaca
bisa menyusun anggaran dana yang akan dikeluarkan setiap bulannya. Misalnya, teman-
teman bisa memulai dengan memisahkan kebutuhan utama (kebutuhan primer) dan
kebutuhan yang lainnya (kebutuhan sekunder). Kebutuhan primer itu bisa berupa uang

makan, uang transportasi, uang belanja kebutuhan (seperti untuk sabun mandi, pasta gigi,
dan kebutuhan rumah lainnya), dan uang hal-hal penting yang dirasa diperlukan untuk
menyambung kehidupan. Sementara itu, kebutuhan sekunder bisa berupa uang untuk jalan-
jalan, uang untuk nongkrong bersama teman kerja, uang untuk hobi, dan uang untuk
keperluan yang dapat menyenangkan diri lainnya.

Setelah memisahkan anggaran dana untuk kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder,
teman-teman bisa berhemat dengan penghasilan yang cukup. UMR di Jakarta memang
nominalnya cukup besar, tetapi jika teman-teman tidak pandai untuk menyusun anggaran
dana pengeluaran, teman-teman bisa tekor dan gaji pun serasa tidak cukup!

3. Jangan Menggunakan Jasa Cicilan Untuk Membeli Barang!

Saat ini, tercatat sudah banyak sekali aplikasi dan perusahaan-perusahaan yang
menawarkan jasa cicilan barang kepada para konsumen. Tentu hal ini sangat bermanfaat
jika teman-teman pembaca memiliki penghasilan atau gaji yang nominalnya lebih dari
cukup. Akan tetapi, jika teman-teman hanya menghasilkan sejumlah uang sebesar upah
minimum regional, teman-teman disarankan untuk tidak mencicil barang jika barang itu
tidak benar-benar diperlukan!

Dengan upah yang pas-pasan, cicilan barang akan terasa menyenangkan di awal. Tetapi,
setelah beberapa bulan, jika pengeluaran tidak stabil, justru cicilan malah akan menjadi
senjata makan tuan! Untuk itu, teman-teman harus mempertimbangkan jika ingin mencicil
barang ya!

Nah, begitu kira-kira sedikit pengetahuan untuk teman-teman yang merasa sangat boros
dan merasa bahwa gaji di Jakarta itu terlalu ngepas. Selamat mencoba ya!

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More