Mengulas Tentang Tarian Religius Sufi yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat Indonesia

Mengulas Tentang Tarian Religius Sufi yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat Indonesia

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya, dimana didalamnya terdapat begitu banyak suku dan juga agama. Meski berbeda-beda, namun semuanya dapat hidup rukun dan saling mengisi peran masing-masing. Namun, karena begitu banyaknya kebudayaan di Indonesia, tidak semua kebudayaan tersebut diketahui oleh masyarakatnya, terutama anak muda zaman sekarang yang sudah terbawa arus globalisasi. Ada satu kebudayaan yang belum banyak diketahui masyarakat Indonesia, yaitu tarian Sufi. Jenis tarian ini merupakan tarian religius yang biasanya lebih banyak ditampilkan di bagian akhir dari pertunjukan-pertunjukan seni. Tarian yang satu ini berasal dari agama Islam yang ternyata di dalam setiap gerakannya memiliki filosofi tersendiri. Dikenal sebagai tarian yang melibatkan banyak gerakan memutar, jenis tarian ini lebih banyak dilakukan oleh para lelaki. Untuk mengenal lebih dalam, Anda harus mengetahui beberapa faktanya ini:

 Mengulas Tentang Tarian Religius Sufi yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat Indonesia

  • Dari Turki

Awalnya, tarian yang juga diberikan nama Whirling Dervish ini pertama kali dilakukan atau ditunjukkan di Turki pada abad ke 13. Tarian ini pun diketahui diciptakan oleh seorang pemuda Persia, Mawlana Jalaludin Rumi, yakni seorang penyair dan filsuf pada zaman tersebut. Ia mulai menciptakan tarian ini untuk mengekspresikan rasa duka yang dialami karena meninggalnya guru beliau, kemudian merubah rasa kesedihan itu dengan tarian yang berputar-putar. Sampai saat inilah yang membuat gerakan berputar tersebut menjadi ciri khas dari tarian Sufi ini.

  •  Makna Berputar

Meski awalnya ia mengekspresikan kesedihannya melalui gerakan memutar, ternyata ia menciptakan putaran dari tarian religius ini dengan tidak sembarangan. Pasalnya, gerakan tersebut memiliki makna untuk mencari tujuan hidup mereka yang lebih hakiki, yaitu untuk mencari Tuhan. Putaran tersebut dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam yang dimana untuk melakukannya, Anda harus meninggalkan emosi dan hanya merasakan kerinduan serta kecintaan kepada Tuhan saja. Para penarinya pun dituntut untuk memiliki fisik yang kuat karena mereka harus berputar selama berjam-jam.

  •  Kunci Utama

Melakukan tarian ini pun tidak bisa sembarangan, Anda dituntut untuk mengetahui kunci utama dari tarian ini. Anda harus mengetahui serta menghayati makna dari filosofis tarian tersebut, yakni setiap penari haruslah tenang ketika melakukan setiap gerakannya. Pastinya para penari tersebut tidak akan merasa pusing ketika harus berputar selama berjam-jam karena kepalanya tidak akan bergerak serta matanya pun harus berfokus dan tidak boleh terpejam serta melirik. 

 Baca juga artikel menarik lainnya di gayahidupmu.com

  • Dilakukan oleh Laki-laki

Pada awalnya, jenis tarian religius ini hanya diperbolehkan untuk dilakukan oleh laki-laki saja karena dinilai memiliki kondisi fisik yang jauh lebih kuat dan mampu bertahan untuk melakukan putaran selama berjam-jam. Namun, sekarang para perempuan pun bisa melakukan tarian ini asalkan memiliki fisik yang kuat dan memiliki hati untuk mencari Tuhan. Selain itu, para penarinya pun juga dituntut untuk memiliki kondisi emosional yang normal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *