Langkah Hijrah dari Pacaran Ke Taaruf

Langkah Hijrah dari Pacaran Ke Taaruf

Dengan semakin dikenalnya istilah seperti taaruf, banyak muslimah yang memperoleh hidayah sehingga berani memutuskan pujaan hatinya dan memilih taaruf. Walaupun demikian, ada pula yang masih menjalani aktivitas pacaran dengan alasan sudah cinta dengan sosok yang ia sukai. Padahal, memutuskan hubungan pacaran bukan berarti harus melakukan taaruf dengan orang berbeda. Bisa saja memutuskan hubungan pacaran dan melakukan taaruf dengan orang yang sama. Sebenarnya, ada beberapa jalan untuk menghindari pacaran dan hijrah ke arah yang lebih baik.

Langkah Hijrah dari Pacaran Ke Taaruf

Niat

Ikhtiar untuk menuju pernikahan tidak lepas dari persiapan diri. Entah dari segi psikis, finansial, ilmu hingga orang tua (sudah memberi restu untuk menikah). Dalam Islam, anjuran menikah ialah bagi mereka yang telah mampu menikah dan bagi yang belum dianjurkan untuk berpuasa. Memantaskan diri serta memampukan adalah keharusan sebelum berikhtiar untuk menikah. Anda bisa hijrah dan bertaaruf dengan sosok yang sudah siap untuk menikah. Tak perlu berlama-lama dalam proses ini.

Hijrah hati

Ketertarikan pada lawan jenis memang fitrah dalam hati manusia. Islam sebenarnya sudah mengatur rasa cinta di dalam hati, dan tidak melalaikan manusia ke cintanya pada sang pencipta. Cinta pada sang pencipta mempunyai konsekuensi jika kita haru mengikuti apa yang sudah diisyaratkan-Nya. Cinta halal dua insan manusia. Hijrah hati, jaga hati dengan sebaik mungkin sehingga tak mencoba rasa cinta yang belum halal. Cukuplah cinta di hati dirasakan dengan sewajarnya, dan diungkapkan saat waktunya tiba.

Hijrah interaksi

Aktivitas pacaran yang dijalani dengan harapan agar keduanya dapat mengenal satu sama lain lebih dalam. Jangka waktu pacaran bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun lamanya. Pacaran juga dilakukan dengan berduaan saja, entah jalan berdua, nonton berdua, naik mobil berdua, hingga naik motor berdua. Jarang atau bahkan pasangan yang pacaran dengan mengajak satu atau dua orang lain untuk mendampingi.

Baca Juga : 4 Dampak Berbahaya Pergaulan Hidup Bebas Bagi Remaja

Islam memberikan batasan yang jelas tentang aturan interaksi dua manusia lawan jenis yakni dengan adanya orang ketiga diantara mereka. Jika tidak ada orang ketiga, maka yang menjadi nomor 3 adalah setan. Oleh sebab itu, orang ketiga bisa dikatakan sebagai syarat proses taaruf. Dengan disertainya orang ketiga, keduanya akan terhindar dari aktivitas pacaran berlebihan seperti mesra-mesraan, pegang-pegangan bahkan sampai yang lebih jauh dari itu.

Hijrah interaksi tidak perlu menjalani pacaran, karena dengan taaruf akan lebih menenangkan serta memenuhi syariat. Dengan taaruf berkualitas, proses taaruf bisa dijalani dengan waktu yang singkat. Tak perlu melakukan proses taaruf dengan berlama-lama.

Proses hijrah dengan taaruf ini dengan tahapan taaruf langsung dengan calon pasangan dan didampingi dengan orang lain. Setelah itu taaruf dengan pihak keluarganya, Anda bisa menggali melalui ibu, ayah, saudaranya, dilanjutkan dengan tetangga disampingnya, gali hal-hal tentang calon pasangan Anda, keempat dengan rekan kerja, hingga komunitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *