Tips Bagi Orang Tua untuk Mengawal Gaya Hidup Remaja

Menjadi orang tua berarti menjadi panutan sekaligus pedoman bagi para putra-putrinya. Hal ini lebih mudah dilakukan apabila sang anak masih berusia kanak-kanak. Namun akan menjadi lebih sulit ketika sang anak sudah menginjak usia remaja. Pada usia remaja, mereka cenderung masih berada dalam tahap pencarian jati diri sehingga mengeksplor banyak hal termasuk hal-hal yang bagi orang tua dianggap kurang baik untuk dilakukan. Gaya hidup remaja yang memiliki pemikiran belum matang dan masih lebih ini perlu mendapat pengawalan dari orang tua agar tetap berada di jalur yang benar dan aman.

Sebagai orang tua Anda perlu dan wajib untuk mengawal perilaku anak terutama para remaja. Mereka biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan kegiatan sekolah, ekstra kurikuler, hobi serta berkumpul bersama kawan-kawan. Namun Anda sebagai keluarga yang lebih tua jangan biarkan mereka terlalu banyak menghabiskan waktu tanpa pengawalan atau bimbingan karena pemikiran yang masih sangat labil. Tanamkan nilai-nilai budi pekerti, sopan santun, kejujuran dan tanggung jawab sedari dini terutama saat ia sudah mulai belajar bertanggung jawab atas diri sendiri.

Berikut ini adalah tips untuk Anda sebagai orang tua untuk bisa tetap mengawal gaya hidup remaja tanpa bertindak terlalu keras tetapi tetap bisa dihormati dan dipatuhi oleh anak-anak:

Baca juga: Gaya Hidup Remaja Yang Sehat Dan Positif

  • Tanamkan disiplin sedari dini.

Rasa disiplin akan membawa para remaja untuk tetap memiliki batasan tertentu. Anda bisa menerapkan jam malam yang wajib dipatuhi oleh semua anggota keluarga misalnya harus sudah berada di rumah untuk makan malam, belajar dan istirahat sebelum jam 7 malam.

  • Memberi contoh.

Anak-anak pasti akan mencontoh orang tuanya baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika Anda ingin anak Anda pulang sebelum jam makan malam, maka Andapun harus melakukan hal yang sama. Jika Anda tak ingin sang anak merokok, maka Andapun harusnya tidak merokok.

Memberi batasan pada anak tidak harus dilakukan dengan cara yang keras seperti membentak atau melarang tanpa memberi alasan. Anda bisa bersikap seperti teman bahkan sahabat yang mau mendengarkan alasan anak. Meski pada akhirnya Anda tetap melarang, namun utarakan alasannya yang bisa diterima oleh sang anak dengan jujur dan lembut.

Pada usia remaja anak sudah bisa diberi tanggung jawab. Untuk mengimbangi gaya hidup remaja yang banyak dilakukan diluar rumah, Anda bisa memberinya tanggung jawab seperti mencuci pakaian mereka sendiri, membantu membersihkan rumah di hari libur, atau tanggung jawab lainnya yang sifatnya mengikat. Dengan begitu ketika anak remaja Anda ingin menghabiskan waktunya di luar rumah, ada tanggung jawab yang sebelumnya harus ia lakukan terlebih dahulu. Dengan begitu ia akan belajar untuk melakukan sesuatu sebelum mendapatkan sesuatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *