Trend Lifestyle Remaja 2000-an

Setiap era memiliki gaya hidup dan gaya berbusananya tersendiri. Gaya yang lahir dalam setiap era seringkali sejalan dengan perkambangan teknologi pada masa itu. Misalnya, jika sebelum telepon genggam begitu populer, penggunaan pager sebagai alat komunikasi menjadi gaya hidup remaja masa itu. Begitu pula ketika telepon rumah mulai marak, telepon menjelma menjadi gaya hidup masyarakat, dan bahkan menjadi mata pencaharian sebagian penduduk dengan membuka layanan warung telekomunikasi atau wartel. Begitulah, teknologi akan selalu mempengaruhi gaya hidup yang berkembang di setiap masa. Tidak hanya teknologi komunikasi, teknologi mesin cetak juga mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Misalnya dulu orang belum familiar dengan kain print, saat ini hampir sebagian besar pakaian diproduksi dengan print warna. Seringkali, trend yang booming di masa lalu dianggap unik bahkan aneh oleh anak-anak masa kini. Berikut ini akan dibahas mengenai trend lifestyle remaja 2000-an.

Remaja 2000-an adalah anak-anak yang pada medio tahun 2000-an awal memasuki usia remaja, atau dengan kata lain lahir pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Remaja 2000-an terbilang unik karena hidup di peralihan era, yaitu sebelum era millenium ke era millenium yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Ada beberapa trend lifestyle remaja yang hidup di masa tersebut yang terbilang unik.

Fashion: Kaus Kaki Panjang dan Handband

Remaja 2000-an memiliki gaya tersendiri ketika akan pergi ke sekolah. Selain memakai seragam formal, mereka juga menambahkan aksesoris berupa kaus kaki panjang hingga lutut, dan ditambah dengan aksesoris pergelangan tangan yang disebut dengan handband yang desainnya bermacam-macam dan berwarna-warni. Belum disebut anak gaul kalau belum memakai handband. Baik cewek atau cowok, handband merupakan aksesoris wajib.

Pergaulan: Nongkrong di Warung Tenda

Bukan di cafe bukan pula di bioskop, remaja 2000-an memiliki tempat favorit untuk nongkrong, yaitu warung tenda. Warung yang didirikan di pinggir jalan ini merupakan tempat berkumpulnya remaja untuk ngobrol dan mengisi waktu luang, sambil menyantap aneka makanan yang dijual di sepanjang tepi jalan di bawah naungan warung tenda. Selain murah meriah, ngobrol akan lebih intens dan akrab sebab di masa itu penggunaan gadget bagi remaja belum marak, dan memakai handphone atau bermain game di tengah obrolan merupakan sesuatu yang dianggap aneh dan tidak setia kawan.

Kegemaran: Kliping Gambar Artis Idola

Awal 2000-an adalah era sebelum internet dikenal luas oleh masyarakat, dan anak remaja mengandalkan informasi mengenai trend lifestyle hanya dari majalah remaja. Di era itu, berlangganan majalah merupakan hal yang lumrah. Tidak hanya sekadar membaca majalah, bahkan sebagian besar remaja 2000-an mengkliping gambar-gambar artis idola dengan menggunting gambar artis tersebut untuk ditempelkan di buku atau binder khusus kliping. Tidak hanya mengkliping, bahkan banyak remaja yang rela membeli edisi tertentu sebuah majalah demi mendapatkan bonus poster artis yang diidolakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *