Artikel Gaya Hidup Mahasiswa Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Terdapat puluhan kampus terkemuka di kota yang pernah menjadi Ibukota Indonesia ini. Banyaknya pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menjadi bukti bahwa Yogyakarya merupakan kota tempat belajar yang cukup kondusif. Banyaknya penerbit buku yang beralamat di kota ini juga semakin menabalkan sematan kota pelajar untuk kota yang berjuluk Kota Gudeg tersebut. Belum lagi fasilitas umum yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa seperti bus TransJogja dan fasilitas perpustakaan yang bisa diakses dengan mudah. Sebagai kota pelajar yang menampung mahasiswa dari berbagai daerah, Yogyakarta memunculkan gaya hidup tersendiri. Keramahan khas orang Jogja yang merupakan cermin dari budaya mereka menjadi tempat yang nyaman bagi para pendatang. Berikut ini adalah artikel gaya hidup mahasiswa Yogyakarta yang sangat khas yang mungkin akan sulit ditemukan di tempat lainnya.

Nongkrong di Warung Kopi

Bukan Cafe bukan pula mall, tempat nongkrong favorit mahasiswa Yogyakarta adalah warung kopi. Hampir di setiap sudut di Kota Yogyakarta terdapat warung kopi yang nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong. Bukan sekadar tempat nongkrong bertukar canda dan bualan, diskusi-diskusi yang intens dan ide-ide kreatif seputar karya seringkali lahir dari obrolan di warung kopi. Warung kopi, bagi mahasiswa Jogja, merupakan tempat pertukaran wacana dan lumbung ide. Maka jangan pernah remehkan mahasiswa yang sering nongkrong di warung kopi, sebab proses transfer ilmu seringkali lebih dominan di warung kopi dibandingkan dengan di kampu-kampus. Diskusi di warung kopi berjalan demokratis, yang tentu disela dengan canda khas mahasiswa dan disela dengan menyeruput kopi.

Untuk membuktikan validitas artikel gaya hidup mahasiswa Yogyakarta yang memiliki ketergantungan dengan warung kopi, Anda bisa datang ke daerah Nologaten atau di Selokan Mataram, maka Anda akan mendapati fakta bahwa obrolan mahasiswa Yogyakarta di warung kopi tidak sekadar berbasa-basi, melainkan juga berdiskusi.

Baca juga:Sehat Tanpa Obat Yang Aman Dan Murah

Kota Sejuta Penulis

Rasanya, tidak ada kota lain yang melahirkan penulis sebanyak Kota Yogyakarta. Jutaan penulis, mulai dari penulis artikel, opini, hingga sastrawan banyak memulai proses kreatifnya di Yogyakarta. Akses yang sangat mudah terhadap buku, banyaknya penerbit yang beralamat di Yogyakarta (baik yang berskala kecil maupun besar), dan lingkungan yang sangat kondusif terhadap keilmuan membuat banyak mahasiswa Yogyakarta yang memiliki kemampuan menulis di atas rata-rata. Menulis, bagi mahasiswa Yogyakarta seakan sudah menjadi gaya hidup. Terdapat banyak komunitas literasi yang berdiri di kota ini, dan setiap mahasiswa seakan berlomba-lomba agar karyanya bisa dipublikasikan di berbagai media atau diterbitkan sebagai buku.

Selain dikenal sebagai Kota Sejuta Penulis, Yogya juga dikenal sebagai kota yang melahirkan banyak sekali seniman terkemuka di bidangnya masing-masing. Adalah hal yang wajar jika selain mendapat julukan sebagai Kota Pelajar, Yogya juga dijuluki sebagai Kota Seniman. Itulah artikel gaya hidup mahasiswa Yogyakarta. Semoga artikel ini menginspirasi para orang tua atau calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *