Tips Gaya Hidup Hemat untuk Pengantin Baru

Menjadi pasangan yang baru menikah menimbulkan kebahagiaan sekaligus kecemasan di mata pengantin baru. Bahagia kerena akhirnya mereka bisa meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan, hidup bersama dalam satu atap, dan mengikat janji suci sehidup semati. Namun tidak jarang mereka juga dilanda kecemasan, sebab menjalani hidup bersama bukanlah perkara mudah, terutama jika mulai memikirkan masalah finansial. Bagi pengantin baru yang tidak memiliki tabungan, tentu mereka mengandalkan gaji atau penghasilan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seringkali, gaji suami yang pada awalnya digunakan untuk menanggung kebutuhan sendiri kini harus menanggung kebutuhan berdua, sehingga terkadang penghasilan bulanan suami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan. Imbasnya, pasangan pengantin baru dipaksa untuk hidup lebih hemat. Bagi pengantin baru yang memiliki masalah finansial sebagaimana disinggung di atas, tips gaya hidup hemat untuk pengantin baru berikut ini barangkali bisa dijadikan solusi.

Memasak Sendiri

Pengeluaran terbesar pasangan pengantin baru yang hidup di rumah sendiri biasanya adalah untuk uang makan, itu jika tidak dihitung dengan uang kontrak rumah bagi pasangan yang belum memiliki rumah. Untuk menekan jumlah pengeluaran uang makan, pengantin baru bisa menghemat dengan cara memasak sendiri. Memasak sendiri jauh lebih hemat dibandingkan dengan membeli makan di luar. Istri bisa menekan pengeluaran dengan mengatur daftar menu yang disesuaikan dengan budjet. Selain memasak sendiri, sebaiknya istri memilih berbelanja ke pasar seminggu dua kali, dengan kata lain sekali berbelanja harus dapat memenuhi kebutuhan selama tiga hari ke depan. Pilihlah bahan makanan mentah yang awet meski tanpa harus disimpan di kulkas, seperti tempe, telur, dan ikan asin.

Meski menerapkan gaya hidup hemat, pengantin baru juga harus membiasakan diri untuk hidup sehat. Imbangilah menu makanan dengan sayuran dan daging. Mengkonsumsi daging harus masuk ke dalam daftar menu setidaknya seminggu dua kali. Hindari makanan-makanan instan, sebab selain harganya lebih mahal, makanan instan tidak baik untuk kesehatan.

Menabung di Awal

Sebaiknya, penghasilan suami tidak langsung dibagi untuk pengeluaran, melainkan dikurangi sebagian untuk ditabung. Menabung dari penghasilan presentasinya bisa 20-30%. Setelah ditabung sebagian, barulah sisa uang yang sudah ditabung tersebut dibagi untuk pengeluaran, misalnya sebagian untuk uang makan, untuk uang transportasi, dan untuk dana-dana lainnya. Anggaran pengeluaran setiap orang biasanya dihitung berdasarkan budjet yang tersedia. Jika budjet pengeluaran ditekan atau diminimalisir, maka pengeluarannya akan semakin sedikit pula.

Mindset kebanyakan orang Indonesia adalah selalu menggunakan uang pendapatannya untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Padahal, dengan memiliki cara pandang yang demikian, orang-orang akan cenderung untuk menghabiskan uang penghasilan bulanannya bahkan sebelum memasuki akhir bulan. Imbasnya mereka harus berutang untuk memenuhi kebutuhannya sampai masa gajian tiba. Dengan membiasakan menabung di awal sebagai gaya hidup, pasangan pengantin baru akan terhindar dari utang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *