Dampak Negatif Gaya Hidup Modern

Kehidupan modern merupakan kehidupan manusia terkini yang memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap teknologi dan kebaruan. Gaya hidup merupakan tingkah laku sehari-hari manusia dalam menjalankan kehidupannya di masyarakat. Dengan demikian, gaya hidup msyarakat modern dapat diartikan senbagai perilaku, perbuatan, dan sikap segolongan manusia yang disesuaikan dengan tuntutan zaman yang serba baru dan memiliki ketergantungan terhadap teknologi. Kehidupan modern menawarkan berbagai kemudahan di berbagai bidang, mulai dari pekerjaan, transprotasi, bahkan juga terhadap makanan yang dikonsumsi manusia modern sehari-hari. Karena ketergantungan yang sudah sedemikian besarnya terhadap teknologi, pada akhirnya gaya dan pola hidup modern membawa dampak negatif terhadap manusia. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif gaya hidup modern bagi kehidupan manusia.

Manusia Menjadi Malas

Gaya hidup modern yang sangat tergantung pada teknologi membuat manusia cenderung malas. Misalnya, dalam hal menghitung, manusia akan cenderung menggunakan kalkulator dibandingkan harus berpikir berat. Dalam hal transprotasi, misalnya, manusia akan cenderung enggan berjalan kaki karena sudah ada kendaraan yang akan mempersingkat waktu dan mempermudah mobilitas manusia dari satu tempat ke tempat yang lain.

Rasa malas manusia karena adanya teknologi juga berdampak pada kesehatan. Sebagai contoh, kerena terlalu mengandalkan kendaraan bermotor untuk mendukung mobilisasinya, akhirnya manusia menjadi jarang berkeringat dan jarang bergerak aktif sehingga berpotensi lebih gemuk dan lamban. Bukan hanya itu, kurangnya melakukan kegiatan yang mengeluarkan keringat juga berdampak pada banyaknya racun dan lemak yang menumpuk di dalam tubuh.

Lebih Individualistis

Terlalu tergantung pada teknologi, akan semakin menafikan keberadaan orang lain dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh, jika dahulu orang-orang lebih cenderung melakukan interaksi secara langsung dengan orang lain, yaitu dengan bercakap atau mengobrol, teknologi justru mengurangi intensitas interaksi sesama manusia. Kini, interaksi banyak dilakukan dengan mengandalkan teknologi, misalnya sambungan telepon, media sosial, hingga video call. Interaksi secara langsung semakin berkurang, dan lambat laun manusia akan semakin menafikan peran orang lain dalam kehidupannya.

Baca juga : TIPS BELANJA DI TOKO ONLINE MURAH YANG TERPERCAYA

Manusia modern cenderung lebih individualistis, sebab beranggapan bahwa teknologi bisa menyelesaikan masalahnya, tanpa harus meminta bantuan orang lain sekalipun. Relasi antar sesama manusia terus mengalami penggerusan dari waktu ke waktu.

Cenderung Sombong

Seiring perkembangan teknologi modern yang semakin pesat, berbagai produk teknologi terbaru selalu dirilis ke pasaran hampir setiap waktu, mulai dari alat elektronik, alat komunikasi, hingga kendaraan terbaru. Manusia modern seakan berlomba-lomba untuk memiliki segala teknologi rilisan terbaru, untuk menunjukkan seberapa besar kader modernitas yang dimilikinya. Bahkan kepemilikan atas barang baru tersebut dijadikan sebagai gaya hidup modern yang tidak jarang dijadikan sebagai ajang untuk menonjolkan kekayaan dan keinginan untuk terlihat lebih menonjol dari orang lain. Akibatnya, manusia cenderung sombong dan membanggakan benda-benda terbaru yang dimilikinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *