Info Gaya Hidup Mahasiswa Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu kota pelajar terbesar di Indonesia. ada sekitar 200-an perguruan tinggi di Yogyakarta sehingga kota ini dipadati oleh mahasiswa dari perbagai penjuru negeri di Indonesia. Kota Yogyakarta yang dikenal ramah juga menjadi magnet tersendiri mengapa kota ini dijadikan pilihan bagi mahasiswa yang ingin menuntut ilmu di perguruan tinggi. Saking ramah dan nyamannya tinggal di kota ini, banyak mahasiswa yang masih tinggal di Yogyakarta meski sudah lulus kuliah, dan bahkan memilih tinggal di kota berjuluk Kota Gudeg tersebut setelah berumah tangga. Kota Yogyakarta yang masih kental dengan nilai budaya membuat kota ini semakin menarik untuk dijadikan tempat tinggal. Berikut ini adalah info gaya hidup mahasiswa Yogyakarta yang mungkin sulit ditemukan di kota lainnya.

  • Makan di Burjo

Burjo merupakan warung makan yang semula hanya menjual bubur kacang ijo. Makanya disebut dengan burjo. Namun seiring berjalannya waktu, menu di burjo semakin lengkap, mulai dari nasi sayur berbagai lauk hingga aneka minuman. Menurut beberapa penelitian, di Yogyakarta terdapat lebih dari 3000 burjo yang tersebar di seluruh wilayah di Yogyakarta, terutama daerah-daerah yang dipadati dengan kost-kostan dan kontrakan. Makan di burjo sudah menjadi gaya hidup bagi mahasiswa Yogyakarta. Selain murah meriah, makan di burjo juga simpel dan tidak perlu ribet, pilihan menunya banyak, pelayananya cepat, dan yang paling penting adalah burjo menjadi tempat interaksi antar anak kost yang tinggal di lingkungan tersebut, sehingga suasana menikmati makanan menjadi lebih cair.

  • Nongkrong di Warung Kopi

Info gaya hidup mahasiswa Yogyakarta selanjutnya adalah kebiasaan nongkrong di warung kopi. Yogyakarta bahkan dijuluki dengan Kota Seribu Warung Kopi karena memang sangat banyak warung kopi yang bertebaran di seluruh penjuru kota ini. Warung kopi di Yogyakarta tidak hanya sekadar menjual kopi saja, melainkan aneka menu lainnya untuk menunjang kegiatan nongkrong mahasiswa, mulai dari minuman ringan hingga makanan dan camilan ringan. Pada perkembangannya, warung kopi di Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat nongkrong, melainkan juga sering dijadikan tempat nonton bareng pertandingan sepakbola, tempat berdiskusi buku, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung terjadinya interaksi antar warga utamanya mahasiswa yang sedang merantau di kota ini.

  • Diskusi Wacana

Yang sangat khas dari mahasiswa Yogyakarta adalah hidupnya dunia wacana yang meliputi berbagai macam tema, mulai dari pendidikan, seni, hingga budaya. Hampir setiap obrolan di warung kopi berkaitan dengan wacana. Bahkan hal-hal yang terkesan ringan dapat dijadikan topik bahasan dan didiskusikan secara lebih mendalam. Apapun tema diskusi yang dibahas, akan dibicarakan dengan sangat serius dengan mengutip berbagai referensi, sehingga dunia wacana di Yogyakarta sangat semarak. Tidak heran jika di kota ini lahir begitu banyak penulis.

Itulah beberapa info gaya hidup mahasiswa Yogyakarta. Hidup di Yogyakarta memang memberikan kenyamanan tersendiri bagi mahasiswa yang sebagian besar merupakan para pendatang, sehingga ketika sudah meninggalkan kota ini, kerinduan akan suasana Yogyakarta akan selalu tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *