Berita Terkini Mengenai Wildlife Photographer of The Year 2016

gayahidupmu.com-berita terkini

Berita terkini datang dari London, Inggris. Kali ini akan membahas berita terkini mengenai Wildlife Photographer of The Year 2016. Wildlife Photographer of The Year adalah acara kompetisi foto alam yang dimulai pada tahun 1965 di majalah BBC Wildlife saat masih bernama Animals. Dengan tiga kategori untuk 500 peserta. Kemudian pada tahun 1984, Natural History Museum ikut serta dalam pengadaan kompetisi ini dan terus berjalan sampai sekarang.

Tahun ini, Tim Laman, seorang photojournalist asal Amerika berhasil memenangkan penghargaan Wildlife Photographer of The Year 2016 dengan karyanya yaitu foto seekor orangutan yang sedang memanjat akar pohon perlahan di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan. Laman yang juga seorang ahli biologi mengambil foto orangutan yang berjudul “Entwined Lives (Kehidupan yang Terjalin)” ini setelah membuntuti orangutan di Kalimantan selama beberapa hari dalam rangka karyawisata bersama sang istri, peneliti orangutan Cheryl Knott dan timnya.

Foto itu diambil dari jarak jauh menggunakan kamera Gopro. Tapi itu bukanlah hal yang mudah. Laman dikabarkan menghabiskan waktu selama tiga hari memanjat pohon setinggi 30 meter dengan menggunakan tali tambang untuk mengatur posisi dan momen yang tepat dalam pengambilan gambar.

Foto yang diambil Laman akan dipamerkan di Natural History Museum bersama pemenang penghargaan lainnya seperti foto hasil karya Paul Hilton, seorang fotografer berdarah Inggris-Australia yang berbasis di Hong Kong. Dengan judul “The Pangolin Pit (Lubang Trenggiling)” foto karya Hilton mengungkap berita terkini kegiatan pasar gelap di Cina dan Vietnam dengan mengambil gambar trenggiling mati yang siap diperjual-belikan.

Baca juga: GAYA HIDUP SEHAT DI KOTA BESAR

“Jutaan orang akan melihat foto ini dan semoga akan sampai ke Beijing dimana banyak sekali yang mengkonsumsi dan memperdagangkan trenggiling. Foto karya saya menunjukkan skala industri tentang apa yang terjadi pada binatang ini.” ujar Hilton. Hilton menemukan banyak trenggiling mati di sebuah gudang besar di Cina, kemudian menyelamatkan 97 ekor trenggiling yang ditempatkan di kandang kecil. Banyak dari trenggiling yang diselamatkan dalam keadaan tidak sehat dan dehidrasi, tetapi Hilton berhasil menempatkan trenggiling-trenggiling itu di hutan setempat dan membebaskannya.

Bagi Michael Dixon, direktur Natural History Museum, tujuan dari penghargaan ini adalah untuk menggiatkan pembahasan tentang masyarakat dan lingkungan. “Dapatkah kita melindungi keanekaragaman hayati? Dapatkah kita belajar untuk hidup harmonis dengan alam? Foto yang memenangkan penghargaan dapat menyentuh hati kita, dan menantang kita untuk berpikir secara berbeda mengenai dunia,” ujar Dixon. Seperti kata Tim Laman “foto adalah satu cara agar orang-orang dapat mempelajari dunia”.

Selain untuk meningkatkan kesadaran akan permasalahan lingkungan terkini, salah satu tujuan kompetisi ini adalah juga untuk menginspirasi generasi muda untuk mengambil gambar-gambar tentang dunia di sekitar mereka. Tahun ini penghargaan The Young Wildlife Photographer dimenangkan oleh Gideon Knight, fotografer berusia 16 tahun asal Inggirs.  Knight masuk dalam kompetisi dengan foto berjudul “The Moon and The Crow (Sang Bulan dan Sang Gagak)” yang membidik gambar siluet seekor gagak bertengger di atas cabang pohon. Foto ini dianggap sangat puitis.

Berita terkini dari kompetisi Wildlife Photographer of The Year berikutnya, akan dibuka pendaftaran dari tanggal 24 Oktober sampai 15 Desember 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *